Merajut Toleransi, Lahirnya ROHKRIS dan Hangatnya Persahabatan ILUNI 34'85

Terkini 23 Oct 2026 06:19 • 3 min read • 162 views • By Ginandjar

Share berita ini

Merajut Toleransi, Lahirnya ROHKRIS dan Hangatnya Persahabatan ILUNI 34'85
Melengkapi Unit Bidang di ILUNI 34'85, baru-baru ini telah terbentuk ROHKRIS (Rohani Kristiani) yang dipimpin Mas Sigit. Apa saja kegiatannya ? Yuk, ikuti beritanya.

GANDUL - Siang itu, Sabtu 17 Oktober 2026, ketika jarum jam perlahan bergerak menyambut waktu Dzhuhur, suasana di pelataran belakang Masjid An Nur, Gandul, terasa begitu teduh. Rangkaian acara Kajian Rutin Tiga Bulanan yang diadakan oleh para sahabat muslim ILUNI 34'85 baru saja usai. Namun, kehangatan sesungguhnya baru saja dimulai. Di sela-sela ramahnya tegur sapa, hadir wajah-wajah yang tak asing lagi. Sigit Nurcahyo, Herlin, Aning, Hetty, dan Walle , melangkah masuk ke pelataran, membawa senyum yang menggenapkan rasa persaudaraan hari itu.

 

Mereka bukanlah peserta kajian, melainkan para sahabat dari unit keagamaan Nasrani yang baru saja mekar di taman persahabatan ILUNI 34'85, bernama ROHKRIS (Rohani Kristiani). Kehadiran mereka seolah meluruhkan segala sekat, berbaur dalam gelak tawa sambil menikmati hidangan siang yang menggugah selera. Dari sepiring pecel komplet yang kaya rasa, sate, bakso Malang yang hangat, hingga manisnya es krim, semuanya menjadi Saksi betapa indahnya sebuah harmoni.

 

Terbentuknya ROHKRIS adalah sebuah catatan manis dalam perjalanan ILUNI 34'85. Bermula dari bisik-bisik usulan yang tulus dari beberapa sahabat, gagasan ini ditangkap dengan tangan terbuka oleh sang Ketua, Mas Irza Ifdial , beserta jajaran pengurus. Melalui perbincangan terbatas yang mengalir hangat dan kekeluargaan, ROHKRIS pun resmi berdiri. Sigit Nurcahyo, sahabat dari 3 IPS-1 yang selama ini dikenal selalu ringan tangan dan aktif dalam setiap kegiatan alumni, dipercaya sebagai Koordinator.

 

Langkah pertama selalu menjadi penentu, dan Sigit menyadari betul hal itu. Ia tak ingin unit ini sekadar menjadi nama. Bersama rekan-rekannya, ROHKRIS memulai langkah melalui curah pendapat atau brainstorming. Di sana, ide-ide dibiarkan mengalir deras bak mata air.

 

“Kegiatan brainstorming ini fokus pada kuantitas gagasan dan mengubah penilaian terhadap ide, hingga diskusi atau pertemuan selesai,” tutur Sigit, menyiratkan betapa setiap suara dan pemikirannya sangat dihargai di ruang kecil tersebut. Kali ini brainstorming dilakukan di kediaman Hetty di kawasan Jl. Meranti, Pangkalan Jati. Sayangnya Renthy tak bisa melanjutkan ke An Nur karena faktor kesehatan, sementara Petriana sudah ada agenda seminar di tempat lain. Mas Sigit menambahkan bahwa hingga saat ini anggota ROHKRIS yang tercatat sudah mencapai 27 orang.

 

Semangat yang dibawa oleh ROHKRIS ini memantik rasa simpati dan penghargaan yang dalam dari Mas Irza Ifdial. Baginya, melihat pemandangan di pelataran Masjid An Nur siang itu adalah wujud nyata dari sebuah mimpi yang terus dirawat.

 

“Kehadiran teman-teman ROHKRIS dalam Kajian Tiga Bulanan dan Silaturahmi di Masjid An Nur Gandul, merupakan sebuah bentuk kebersamaan yang harus terus kita rawat dan kita pupuk, sehingga membawa kebaikan,” ucap Mas Irza dengan bangga.

 

Pada akhirnya, ILUNI 34'85 kembali membuktikan bahwa ikatan putih abu-abu tak pernah benar-benar memudar tergerus usia. Terbentuknya ROHKRIS dan meleburnya mereka dalam pelukan sahabat-sahabat muslim menegaskan satu hal, tujuan organisasi untuk mewujudkan Sehat, Peduli, dan Bahagia bukanlah sekadar pemanis bibir.

 

Ia adalah nafas yang terus dihidupkan, di mana perbedaan tidak pernah menjadi dinding, melainkan warna yang melukiskan betapa indahnya persahabatan tanpa sekat .(Ginandjar)

newsportaliluni3485