Menjaga Harapan & Mempererat Rintisan : Refleksi Satu Tahun UMKM ILUNI 34’85

Terkini 06 Oct 2026 17:20 • 4 min read • 99 views • By Ginandjar

Share berita ini

Menjaga Harapan & Mempererat Rintisan : Refleksi Satu Tahun UMKM ILUNI 34’85
Pekan lalu ILUNI 34'85 menyelenggarakan Refleksi 1 Tahun Program UMKM. Apa saja ya dibahas ? Yuk, baca beritanya.

JAKARTA — Di tengah dinamika dan tantangan ekonomi yang tak menentu, semangat untuk terus bertumbuh dan saling menopang menjadi napas utama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) alumni SMA Negeri 34 Jakarta Angkatan 1985. Menandai perjalanan satu tahun implementasi Program UMKM ILUNI 34'85, sebuah kegiatan refleksi diadakan sebagai ruang evaluasi, pembelajaran, sekaligus pendorong optimisme bersama.

 

Suasana keakraban terasa hangat dalam pertemuan tatap muka perdana tersebut. Meski tak semuanya bisa hadir secara fisik—mengingat sebaran anggota yang berdomisili hingga ke Sukabumi, Purwakarta, hingga Yogyakarta—kehadiran para pelaku UMKM Jabodetabek mampu mewakili semangat dan komitmen komunitas ini untuk terus melangkah lebih jauh.

 

Ketua ILUNI 34’85, Irza Ifdial, hadir langsung memberikan arahan dan semangat. Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Mas Irza ini tak menutup mata terhadap beratnya tantangan yang dihadapi para pelaku usaha masa kini. Namun, ia mengingatkan betapa krusialnya peran UMKM dalam menopang perekonomian.

 

"Tidak mudah bagi pengusaha untuk bertahan di masa sekarang, begitu pula bagi UMKM. Namun, harus diakui bahwa secara nasional, UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Indonesia," ujar Mas Irza dengan penuh bangga.

 

Ia mengapresiasi tinggi gelaran refleksi satu tahun ini. Menurutnya, momentum seperti ini bukan sekadar evaluasi teknis, melainkan wadah untuk membuka wawasan dan membangun jejaring internal yang solid.

"Dengan masukan-masukan yang ada, kita bisa saling mengenal produk sesama teman, saling mempromosikan, hingga membuka peluang kolaborasi bisnis antar-alumni. Semoga UMKM 34’85 tetap kompak dan maju bersama," harapnya optimis.

 

Sinergi Kekeluargaan dan Daya Saing Produk

Acara ini dipandu oleh Marisa, Koordinator UMKM sekaligus Ketua Sub Bidang Kewirausahaan yang akrab disapa Oma Icha. Mengusung semangat "Bersambung Silaturahmi, Bersama Majukan Karya Alumni", pertemuan ini dirancang untuk memperkuat fondasi kekeluargaan sekaligus mengasah kapasitas wirausaha alumni melalui sesi edukasi dan berbagi pengalaman.

 

Oma Icha memaparkan hasil pemetaan terbaru yang dilakukan timnya. Dari total 63 responden alumni yang disurvei, sebanyak 52 orang (83%) tercatat aktif berwirausaha. Sektor Makanan dan Minuman (Food & Beverage) menjadi motor utama dengan porsi 51%, disusul sektor Jasa sebesar 22%, serta Non-F&B, manufaktur, dan properti sebesar 10%.

 

Menariknya, ada 11 rekan alumni lainnya yang menyatakan siap dirangkul dan didampingi untuk memulai langkah awal berwirausaha.

 

Selain aspek bisnis, program ini juga menebar dampak sosial yang nyata melalui kolaborasi dengan Bidang POK dan SOSHAN dalam kegiatan Jumat Berkah. Dimulai dari hanya 4 dapur pada Agustus 2025, program kepedulian sosial ini berkembang pesat hingga menaungi 16 dapur UMKM yang tersebar di Jabodetabek, Sukabumi, hingga Yogyakarta. Komitmen pendampingan dan fasilitasi berkelanjutan ini ditegaskan akan terus berjalan secara konsisten.

 

Memperkuat Legalitas dan Melompat ke Ranah Digital

Guna mendorong pelaku usaha naik kelas, sesi refleksi ini juga menghadirkan pembekalan materi yang krusial bagi pengembangan bisnis. Ustadz Acep, pembicara yang juga aktif di lingkungan pengajian ILUNI 34'85, menekankan pentingnya kelengkapan legalitas usaha.

 

Ia memaparkan batasan skala usaha, mulai dari skala mikro (aset hingga Rp1 miliar), kecil (aset Rp1 miliar hingga Rp5 miliar), hingga menengah. Menurutnya, pondasi legalitas menjadi syarat mutlak bagi UMKM yang ingin berkembang secara profesional. "Legalitas usaha yang paling mendasar dan wajib dimiliki adalah Nomor Induk Berusaha (NIB) serta izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)," terangnya.

 

Sementara itu, dua tenaga ahli pendamping UMKM, Refi dan Wildan—yang berpengalaman mengawal lebih dari 200 UMKM bersama Bekraf—membuka wawasan peserta mengenai potensi besar pemasaran digital dan performance marketing.

 

Mengutip data temuan riset Kementerian Koperasi RI tahun 2025, terdapat sekitar 66 juta UMKM yang terdaftar di Indonesia. Namun, baru 15% di antaranya yang memanfakannya secara optimal melalui pemasaran digital. “Ini menunjukkan peluang pasar dan ruang pengembangan digital bagi produk-produk alumni masih sangat luas,” jelas mereka.

 

Kehangatan di Penghujung Acara

Rangkaian acara yang dipandu dengan ceria oleh MC Mia dan Walle ini berjalan lancar di bawah pengawalan Ustadz Zuftaheri Razali selaku Ketua Panitia. Keceriaan semakin pecah saat sesi pengundian doorprize diadakan di penghujung acara.

 

Sebanyak 25 hadiah menarik yang dihimpun dari donasi Ketua Umum, panitia, serta para peserta UMKM dibagikan kepada hadirin yang beruntung—menjadi penutup manis bagi perayaan satu tahun kebersamaan, sinergi, dan karya alumni SMAN 34 Angkatan 1985. (Ginandjar)

newsportaliluni3485