Jalan Panjang Menuju Tanah Suci, Kisah Dua Mantan Pegawai SMAN 34 Menjemput Impian
JAKARTA - Rezeki dan takdir manusia sepenuhnya berada dalam genggaman Allah SWT. Janji-Nya sering kali datang melalui jalan yang tidak terduga, sebagaimana dialami oleh dua purnabakti SMAN 34 Jakarta, Pak Sukiyana dan Mas Jariyanto. Langkah kedua sosok teladan ini akhirnya terhubung ke Tanah Suci setelah memperoleh fasilitas ibadah umrah dari Anggota Dewan Penasehat ILUNI 34'85, Bapak Muhammad Ali.
Keberangkatan yang dijadwalkan pada Minggu (6/9) kemarin dilepas langsung oleh Ketua ILUNI 34'85, Mas Irza Ifdial, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Dalam suasana hangat penuh haru, Mas Irza mengajak seluruh keluarga besar alumni untuk menyertakan doa demi keselamatan dan kelancaran ibadah kedua pejuang kebersihan tersebut.
Namun, ikhtiar suci ini menemui ujian kesabaran. Rencana penerbangan tertahan akibat letusan Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik tebal hingga menutup landasan pacu. Otoritas bandara pun membatalkan serta menghentikan ratusan jadwal penerbangan demi keselamatan penerbangan.
Hingga Senin (7/9) pagi ini, rombongan jamaah masih harus menunggu kepastian akan mendaratnya di lepas pantai. Pengurus Bidang Sosial dan Kerohanian ILUNI 34'85, Acep Rahman Hakim, terus memantau perkembangan kondisi ini di lapangan. “Saat ini dia berdua masih beristirahat di Hotel Neo Bandara Soetta,” ujar Kang Acep saat memberikan kabar kesegaran kepada Ginandjar dari NEWSPORTAL ILUNI 34'85 melalui pesan WA.
Pihak penyelenggara ibadah, Almira Tour & Travel, mengumumkan bahwa operasional Bandara Soekarno-Hatta belum dibuka setidaknya hingga Senin pukul 08.59 WIB. Melalui pengumuman resminya, Amara meminta para jamaah untuk tetap tenang dan menjaga stamina.
"Kami masih menunggu keputusan resmi dari pihak Garuda Indonesia terkait penyesuaian jadwal keberangkatan. Bapak dan Ibu diimbau tetap beristirahat dengan nyaman di hotel tanpa perlu bersiap pindah terlebih dahulu. Jaga kondisi tubuh, simpan dokumen perjalanan dengan baik, dan pastikan saluran komunikasi tetap aktif. Segala koordinasi penerbangan berada di tangan kami sepenuhnya," tulis pihak travel dalam saluran informasi resminya.
Penunjukan Pak Sukiyana dan Mas Jariyanto untuk berangkat ke Tanah Suci bukanlah tanpa alasan. Baik pilihan setelah melalui proses pertimbangan yang matang di internal sekolah, yang penentuannya diserahkan langsung kepada Kepala SMAN 34 Jakarta. Pak Sukiyana, yang baru saja purna tugas sebagai staf kebersihan, berangkat bersama istri Ibu Jarwati, kini mendedikasikan waktunya sebagai marbot Masjid SMAN 34. Sementara itu, Mas Jariyanto hingga kini masih setia mengabdi sebagai petugas kebersihan dan staf pendukung di lingkungan sekolah.
Di tengah penantian yang membutuhkan keikhlasan ini, doa dan harapan terus mengalir. Mari bersama-sama mengetuk pintu langit, mendoakan agar letusan Gunung Anak Krakatau segera mereda, serta perjalanan Pak Sukiyana beserta istri dan Mas Jariyanto diberikan kelancaran, keselamatan, hingga kembali ke tanah air membawa predikat umrah yang mabrur. Informasi terakhir sore ini, rombongan akan berangkat Senin malam Pkl. 00.00 WIB, atau Selasa dini hari 8 September 2026 dari Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. (Ginandjar)
Related Articles