Kajian Rutin 3 Bulanan ILUNI 34'85, Belajar Fiqih Waris, Sambil Merawat dan Mempererat Tali Persaudaraan

Terkini 19 Oct 2026 17:17 • 4 min read • 104 views • By Ginandjar

Share berita ini

Kajian Rutin 3 Bulanan ILUNI 34'85, Belajar Fiqih Waris, Sambil Merawat dan Mempererat Tali Persaudaraan
Untuk ke Empat Kalinya Kajian Rutin 3 Bulanan digelar. Dihadiri sekitar 100 Alumni 34'85, kali ini membawa tema soal Waris. Apa saja penjelasannya? Yuk, simak beritanya.

GANDUL — Suasana Masjid An Nur di bilangan Gandul, Cinere, Kota Depok, pagi itu terasa hangat dan syahdu. Hampir seratus alumni yang tergabung dalam ILUNI 34'85 berkumpul memenuhi ruang utama masjid. Mereka hadir bukan sekadar untuk bertatap muka melepas rindu, melainkan juga untuk menimba ilmu dalam gelaran Pengajian Rutin 3 Bulanan dan Silaturahmi.

 

Untuk kedua kalinya, kegiatan spiritual sekaligus ajang perekat ukhuwah ini digelar di lokasi yang sama. Dua pertemuan sebelumnya diadakan di Masjid SMA 34. Kali ini, panitia menghadirkan dai sekaligus ahli fiqih lulusan Kairo, Mesir, Ustadz Sayyid Muhammad Saleh Satha, SH, Lc, MA, guna mengupas topik yang sangat penting namun sering kali sensitif dalam keluarga: Hukum Waris Sesuai Syariat Islam.

 

Acara dibuka dengan anggun oleh Sekretaris Umum ILUNI 34'85, Bu Dini, yang bertindak sebagai pemandu acara (MC). Suasana penuh keakraban terasa padu dengan kekhidmatan prosesi pembuka. Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh sahabat Bassis, berpadu indah dengan penterjemahan sari tilawah yang dibawakan oleh Ustadzah Velly. Kolaborasi harmonis keduanya menghadirkan getaran syahdu yang meresap ke dalam dada para jamaah.

 

Dalam sambutannya, pimpinan pengurus yang diwakili oleh Wakil Ketua ILUNI 34'85, M. Ikhwanul — atau yang akrab disapa Bang Iwan —, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Sosial & Kerohanian (Soshan) di bawah komando Ustadz Acep Rahman Hakim. Tim ini dinilai konsisten menghadirkan kajian berkualitas dengan narasumber yang benar-benar pakar di bidangnya. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua ILUNI 34'85, Mas Irza Ifdial.

 

"Saya sangat mengapresiasi Kang Acep dan tim yang telah menghadirkan Ustadz Sayyid, sosok yang sangat menguasai ilmu waris. Harapan saya, materi yang disampaikan beliau dapat menjadi bekal aplikatif bagi para sahabat yang membutuhkan," tutur Bang Iwan hangat.

 

Mengawali ceramahnya, Ustadz Sayyid secara santun memberikan catatan kecil terkait tema yang diangkat. Menurutnya, kajian fiqih waris idealnya dibahas dalam forum akademik yang lebih panjang karena cabangnya yang begitu luas dan kompleks.

 

"Namun demikian, sebagai pengantar, saya akan paparkan bagian permukaannya saja. Ini menjadi pengetahuan dasar untuk memahami ilmu yang memang terbilang agak rumit ini," ujar Ustadz lulusan sebuah Universitas di Kairo tersebut.

 

Beliau kemudian menguraikan inti dari ilmu waris, yakni ilmu faraid — cabang keilmuan yang mempelajari ketentuan syariat tentang pembagian harta peninggalan serta penentuan hak bagi masing-masing ahli waris.

 

"Tujuannya adalah memastikan setiap ahli waris menerima bagian peninggalan sesuai dengan hukum Allah SWT. Ilmu ini penting karena pembagian warisan bukan sekadar urusan membagi harta, tetapi juga menyangkut penegakan hukum Allah dan pemenuhan hak sesama," jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ustadz Sayyid menekankan tiga alasan utama mengapa ilmu faraid wajib dipahami oleh setiap keluarga :

 

 1. Menjaga Hak Anggota Keluarga : Pembagian warisan berkaitan langsung dengan hak-hak suami, istri, anak, orang tua, serta kerabat yang sah secara syariat.

 2. Mencegah Potensi Konflik : Ketidaktahuan akan hak masing-masing sering menjadi pemicu perselisihan, bahkan tak jarang merusak keharmonisan persaudaraan.

 3. Melindungi Anak Yatim : Harta anak yatim harus dijaga dan dikelola secara amanah agar tidak tergerus, disalahgunakan, atau diambil oleh pihak yang tidak berhak.

 

"Dengan mempelajari ilmu faraid, kita sebenarnya sedang berikhtiar menjaga keadilan, mengemban amanah, dan merawat keharmonisan keluarga," tegas Ustadz Sayyid mengingatkan.

 

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif hingga akhirnya ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Sayyid. Dalam keheningan yang khusyuk, bisik doa dan amalan mengalun lembut dari seluruh jamaah yang hadir.

 

Seusai sesi foto bersama, Ketua ILUNI 34'85 Mas Irza Ifdial didampingi Kang Acep mengajak Ustadz Sayyid untuk rehat sejenak menikmati hidangan makan siang, sembari berdiskusi santai merancang agenda kajian untuk tiga bulan mendatang.

 

Sambil menunggu kumandang azan Dzuhur, para alumni tampak leluasa menikmati sajian makan siang dan aneka hidangan, baik yang disiapkan panitia, maupun dari para donatur. Mulai dari bakso malang yang gurih, sate ayam, pecel komplet, snack, es krim dan aneka minuman, siomay, hingga beragam menu lezat lainnya tersaji melimpah, menambah kehangatan suasana.

 

Indahnya persaudaraan makin terasa saat sahabat-sahabat dari komunitas Kerohanian Kristen (RohKris) ILUNI 34'85 yang dipimpin oleh Mas Sigit turut hadir membaur pada sesi silaturahmi dan makan siang. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata indahnya kebersamaan dan toleransi antar-sahabat tanpa dibatasi perbedaan keyakinan.

 

Suasana kebersamaan kian meriah dan semarak saat memasuki sesi pembagian doorprize. Sebanyak 11 hadiah menarik disiapkan sebagai bentuk apresiasi dari Teh Nenny Alamanda dan Ceu Haen Sangkan Ayu, berupa 3 mukena, 2 sajadah, 1 jilbab, 1 sarung, serta 4 snack cokelat. Dengan senyum mengembang dan rasa bahagia, ke-11 pemenang menerima kejutan tak diduga-duga tersebut. Alhamdulillah.

 

Usai sholat Dzuhur berjamaah, sebagian alumni masih tampak betah bercengkerama menikmati momen kebersamaan, sementara sebagian lainnya pamit melanjutkan aktivitas harian lainnya. Senyum puas dan rasa syukur terpancar dari wajah para peserta, mengiringi harapan agar oase ilmu dan silaturahmi ini terus berlanjut secara berkala.(Ginandjar)

newsportaliluni3485