Menuju Kemandirian Tiga Tahun: Catatan Syahdu dari Rapat Kerja ILUNI 34'85 di Kabut Sentul
SENTUL, BOGOR – Angin dingin dan hamparan kabut tipis yang mengacaukan kawasan Bojong Koneng, Sentul, menjadi Saksi bisu sebuah langkah besar yang diambil oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 34 Jakarta Angkatan 1985 (ILUNI 34'85). Pekan lalu, bertempat di Highlanders Cafe & Resto, organisasi alumni ini mengadakan Rapat Kerja & Evaluasi Semester Tengah guna menentukan arah masa depan mereka.
Dari 40 personel yang tercatat, sebanyak 32 pengurus hadir dengan satu semangat yang sama: membawa ILUNI 34'85 menuju organisasi yang lebih profesional, sehat, dan mandiri.
Kehangatan dan Air Mata di Balik Megahnya Highlanders
Rapat kerja tersebut dibuka langsung oleh Ketua ILUNI 34'85, Mas Irza Ifdial. Namun, sebelum masuk ke dalam agenda formal, suasana ruang pertemuan seketika berubah syahdu saat Mas Irza menceritakan sepenggal kisah masa lalu tentang tempat mereka berkumpul hari itu.
Sambil menahan haru, ia mengenang kembali perjuangan mendiang sang ibunda tercinta sekitar 16 tahun silam. Saat itu, sang bunda memilih lahan di Highlanders sebagai tempat usaha masa depan keluarga—sebuah keputusan yang sempat mendapat penetangan dari putra-putrinya karena keterbatasan infrastruktur saat itu.
Namun, berbekal keyakinan dan optimisme yang kokoh, sang ibunda tetap membangun resto tersebut. Sebuah takdir yang menyayat hati terjadi ketika sang bunda dipanggil pulang oleh Allah SWT, hanya beberapa bulan sebelum hari pembukaan.
"Kami sudah menyiapkan acara pembukaan. Namun takdir berkata lain, ibunda dipanggil Yang Maha Kuasa," ujar Mas Irza dengan mata yang berkaca-kaca, tak kuasa menyembunyikan rasa rindunya yang mendalam.
Kini, warisan penuh cinta itu berdiri tegak dan menjelma menjadi salah satu tempat terindah di Sentul. Pengunjung datang silih berganti, dimanjakan oleh hidangan yang lezat serta panorama pegunungan yang menakjubkan, di mana kabut selalu datang menyapa setiap pagi dan menjelang malam.
REGATA: Kompas Strategis Berbalut Persahabatan
Usai momen emosional tersebut, rapat dilanjutkan dengan pemaparan dari Sekretaris Umum, Bu Dini (BuDin). Ia menyebarkan "Regata" atau Rencana Tiga Tahun ILUNI 34'85, sebuah cetak biru strategi yang menjadi kompas organisasi untuk mencapai kemandirian finansial, khususnya untuk pendanaan kegiatan operasional dalam tiga tahun ke depan.
“REGATA adalah sebuah pedoman strategi yang berkesinambungan. Ini adalah kompas pengembangan diri bagi setiap pengurus, di mana berbagai kegiatan disiapkan secara teratur dan seksama, tanpa sedikit pun nuansa persahabatan kita,” tutur Bu Dini hangat.
Salah satu langkah konkret yang dicanangkan adalah pembentukan sebuah yayasan. Badan ini nantinya akan bergerak fleksibel sebagai wadah untuk menghasilkan pemasukan mandiri melalui penyelenggaraan berbagai acara kreatif. Targetnya, pada tahun 2027, ILUNI 34'85 sudah mampu mandiri secara ekonomi dan memberikan dampak sosial yang jauh lebih luas bagi para anggotanya.
Gebrakan "34 Hari Olahraga & Hiburan"
Menyambut visi besar tersebut, Kepala Bidang Seni & Olahraga, "Opung" Iyank, langsung menggebrak dengan rencana sebuah perhelatan akbar bertajuk "34 Sport & Fun Day" .
Acara besar ini direncanakan mengundang seluruh lintas angkatan, mulai dari Alumni tahun 1979 hingga Alumni muda tahun 2025. Berbagai kompetisi menarik telah disiapkan, mulai dari bola basket dengan aneka variasi permainannya, lomba paduan suara, hingga keseruan turnamen gaple.
Menariknya, Opung Iyank menegaskan bahwa acara ini sama sekali tidak akan membebani uang kas organisasi.
“Dalam penyelenggaraan ini, kami memastikan tidak akan menggunakan uang kas ILUNI. Kami akan memanfaatkan pemasukan dari biaya pendaftaran serta dukungan pihak sponsorship,” tegas Iyank, yang langsung diamini oleh Wakil Ketua, M. Ikhwanul, sebagai pencetus awal gagasan tersebut. Rencana matang ini juga disambut dengan antusiasme tinggi dan lampu hijau dari sang Ketua Umum.
"Secara prinsip saya sudah oke, silakan dijalankan. Namun, agar kita semua memiliki penayangan dan frekuensi yang sama, silakan nanti dibahas lagi secara lebih detail," pungkas Mas Irza dengan nada penuh semangat.
Rapat kerja hari itu akhirnya ditutup dengan optimisme yang membubung tinggi. Di bawah langit Sentul yang perlahan meredup, ILUNI 34'85 tidak hanya pulang membawa rencana kerja, tetapi juga mempererat ikatan hati yang telah terjalin selama puluhan tahun.(Ginandjar)
Related Articles