Langkah Pengabdian di Ambang Kepala Enam : Sebuah Catatan untuk Mas Irza Ifdial

Terkini 20 Jun 2026 14:21 3 min read 154 views By Ginandjar

Share berita ini

Langkah Pengabdian di Ambang Kepala Enam : Sebuah Catatan untuk Mas Irza Ifdial
Mengenal lebih jauh Ketua ILUNI 34'85 IRZA IFDIAL. Bulan lalu ia berulang tahun ke-59, tepatnya 28 April 2026. Siapa sosok orang yang dikenal rendah hati ini ?

Ada orang-orang yang hadir dalam hidup kita bukan sekedar sebagai kawan, melainkan sebagai kompas yang menunjukkan arah kebaikan. Saat itu, Selasa, 28 April 2026, jarum jam seolah melambat untuk memberi ruang bagi rasa syukur. Di balik angka 59 tahun, tersimpan sebuah perjalanan panjang seorang pria yang lahir pada 28 April 1967; sosok yang oleh para sahabatnya dikenal bukan karena jabatannya, melainkan karena rendahnya hati yang melangit.

 

Dia adalah Irza Ifdial. Bagi keluarga besar ILUNI 34'85, ia bukan sekadar Ketua, melainkan detak jantung organisasi. Sehat, Peduli, Bahagia. Tiga kata sederhana yang lahir dari pemikirannya, kini telah menjadi nafas bagi lebih dari dua ratus jiwa yang bernaung di sana. Di usia yang mulai mengetuk pintu hampir “kepala enam”, Mas Irza seolah memiliki energi yang tak pernah habis. Ia tidak ingin organisasi ini diam membatu, ia ingin ILUNI 34'85 menjadi jembatan bagi setiap anggotanya untuk merayakan hari tua dengan martabat dan kegembiraan.

 

Kita melihatnya di lapangan, saat ia mendorong semangat dalam fun walk demi sebuah kata : Sehat. Kita merasakannya dalam hening, saat ia diam-diam memonitor kondisi sahabat yang tengah terbaring sakit atau melayat mereka yang telah mendahului, demi sebuah wujud nyata : Peduli. Dan kita mendengarkan dalam tawa riuh saat Halal Bihalal, Reuni Akbar, hingga kesempatan Umroh yang ia perjuangkan lewat silaturahmi yang terjaga baik, demi satu tujuan : Bahagia.

 

Ia adalah jembatan bagi kebaikan. Melalui tangan dinginnya dan hubungan tulus dengan para sahabat seperti Bapak Muhammad Ali dan Bapak Purwadi, banyak rezeki yang tersalurkan—mulai dari motor hingga hadiah-hadiah yang menyunggingkan senyum di wajah rekan sejawat, tentu termasuk Umroh, dan Jumat Berkah yang disalurkan rutin setiap pekan.

 

Namun, pengabdian Mas Irza tidak berhenti di lingkungan alumni. Dunia sinema Indonesia pun menjadi Saksi lewat karya heroiknya, "The Hostage's Hero" di bawah bendera Iswara Films. Sebuah kisah nyata yang tidak hanya memanjakan mata di bioskop jaringan Cinema XXI, tapi juga menjadi sumber inspirasi dan pemantik semangat bagi instansi lain untuk terus berkarya.

 

Hari itu ia berulang tahun, saat ucapan doa mengalir deras bak sungai yang tak terbendung, ada satu harapan kolektif dari kami semua:

 

Selamat Ulang Tahun, Mas Irza. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ketenangan hati yang sedalam samudera, kesehatan yang kokoh, dan kesuksesan yang lebih besar dari apa yang telah digenggam hari ini. Teruslah menjadi pelita, karena di tanganmu, masa tua kami tak lagi terasa sunyi, kecuali penuh arti.

 

Barakallahu Fii Umrik, Mas Irza. Tetaplah berkarya, tetaplah menginspirasi. Aamiin Ya Rabbal Alamin.(Ginandjar)

newsportaliluni3485