Fokus pada Dampak Nyata, Bidang Soshan Pertimbangkan Alihkan Program Khitanan Massal ke Pembangunan Sumur Artesis

Terkini 13 Jul 2026 13:50 3 min read 117 views By Ginandjar

Share berita ini

Fokus pada Dampak Nyata, Bidang Soshan Pertimbangkan Alihkan Program Khitanan Massal ke Pembangunan Sumur Artesis
TIM Soshan ILUNI 34'85 Agendakan Bantuan Pembangunan Sumur Artesis untuk Warga Cisauk, Tangerang. Berapa biayanya ?

JAKARTA — Bidang Sosial & Kerohanian Pengurus Ikatan Alumni (ILUNI) 34'85 tengah mempertimbangkan rencana ulang program Khitanan Massal yang semula dijadwalkan pada Desember 2026. Berdasarkan hasil survei lapangan dan rapat konsultasi terbaru, ditemukan program alternatif yang dinilai jauh lebih mendesak dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Audrey, perwakilan Bidang Sosial dan Kerohanian (Soshan), saat memaparkan laporan dalam Rapat Kerja dan Evaluasi Tengah Semester ILUNI 34'85 di awal Juli ini.

 

Dalam presentasinya di hadapan Dewan Pimpinan Pengurus (DPP) dan jajaran pengurus, Audrey menjelaskan kondisi yang memprihatinkan warga di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Berdasarkan survei dari tim Soshan—yang digawangi oleh Kabid Acep Rahman Hakim, Ulung, dan Euis Dasmayani—masyarakat setempat saat ini sangat krisis air bersih untuk kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) sehari-hari.

 

"Selama ini banyak warga yang terpaksa menumpang fasilitas MCK di musala karena ketersediaan air dan fasilitas sanitasi di rumah masing-masing. Oleh karena itu, kami mempertimbangkan untuk mengalihkan fokus bantuan ke penyediaan sumber air bersih," ujar Audrey, yang hadir menggantikan Kabid Acep Rahman Hakim karena pagi itu berhalangan hadir.

 

Efisiensi Anggaran dan Solusi Tepat Sasaran

Dari aspek finansial, Audrey memaparkan bahwa program Khitanan Massal membutuhkan biaya yang cukup besar. Berdasarkan kalkulasi awal, dibutuhkan anggaran sekitar Rp1 juta per anak—mencakup biaya khitan, operasional, konsumsi, bingkisan, dan kegiatan pemeliharaan. Jika target program mematok kuota minimal, setidaknya diperlukan dana Rp50 juta.

 

“Tentu tidak mudah untuk mengumpulkan dana sebesar itu dalam waktu dekat. Oleh karena itu, kegiatan ini kemungkinan besar akan ditunda dan anggarannya dialihkan untuk pembangunan sumur dalam atau artesis di Cisauk,” tambah Audrey.

 

Tim Soshan merencanakan proyek pembangunan sumur artesis, lengkap dengan fasilitas talang air dan pipanisasi tersebut, hanya memerlukan anggaran sekitar Rp25 juta namun memiliki manfaat yang berkelanjutan.

 

Geliat Bidang Lain: Dari Lomba Foto HP hingga Pelatihan AI

Rapat evaluasi tengah semester ini juga menjadi panggung bagi bidang-bidang lain untuk memaparkan program strategi kerja mereka :

 

Bidang Publikasi, Dokumentasi, dan Humas

Ginandjar rencana mengumumkan Lomba Foto berbasis smartphone (HP) pada Agustus 2026. Lomba bertema pemandangan dan persahabatan ini merupakan kelanjutan dari kursus singkat fotografi yang digelar Juni lalu di Kantor Iswara Films, Warung Buncit, Jakarta Selatan.

 

Mantan jurnalis Pikiran Rakyat Bandung ini juga memperkenalkan Portal Berita ILUNI 34'85, sebuah situs berita yang dirilis sejak Juni lalu sebagai wadah komunikasi dan kreasi bagi seluruh anggota alumni.

 

Bidang Seni dan Olahraga

Tim yang digawangi Ikhwanul, Revo, dan Iyank sedang merancang rangkaian pelatihan komprehensif bagi alumni, mulai dari pemanfaatan AI (Artificial Intelligence), pengecatan, kerajinan kayu, pembuatan keramik, hingga teknik perkebunan. Selain itu, mereka tengah menyusun agenda Olahraga dan Permainan Antar Alumni untuk Oktober 2026. Pada kesempatan yang sama, Nenny Alamanda juga memaparkan rencana kompetisi paduan suara, vocal group, serta aktivitas line dance.

 

Dari Organisasi Bidang, Tiko, menyampaikan agenda Garage Sale yang diundur menjadi tanggal 15–16 Agustus 2026. Sementara Zuftaheri dan Korlas 3 IPA-3 Eka Setiawan dengan antusias menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh rencana kegiatan yang telah dipaparkan oleh masing-masing bidang.

 

Apresiasi dari Dewan Penasihat

Kemajuan positif ini mendapat sambutan hangat dari Dewan Penasihat. Arie Setiyono, yang sehari-hari berprofesi sebagai konsultan hukum, menyampaikan apresiasinya atas kinerja aktif Pengurus ILUNI 34'85.

 

“Agenda evaluasi berkala seperti ini sangat positif untuk memetakan capaian dan memperbaiki kekurangan yang ada. Program-program yang dirancang pun kini semakin dirasakan manfaat nyata oleh anggota dan masyarakat,” puji Arie.

 

Sebagai langkah perbaikan ke depan, hasil Rapat Evaluasi Tengah Semester ini akan segera ditindaklanjuti melalui rapat terbatas di masing-masing bidang di bawah koordinasi para Wakil Ketua.(Ginandjar)

 

newsportaliluni3485